"Kami meyakini Telkom memiliki fundamental bisnis yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Pelaksanaan buyback merupakan salah satu wujud keyakinan kami terhadap nilai Perseroan, seiring transformasi TelkomGroup melalui strategi TLKM 30 yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan," ujar Nanang dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Angelo juga menjelaskan bahwa pelaksanaan buyback didanai dari kas internal dengan tetap mempertimbangkan prioritas alokasi modal dan ketersediaan arus kas yang solid.
Pelaksanaannya memperhatikan kebutuhan likuiditas serta prioritas alokasi modal guna menjaga fleksibilitas keuangan.