NADIKABAR.COM — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendapat persetujuan pemegang saham independen untuk memisahkan aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia). Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Telkom pada Rabu (30/9).
Tak hanya menyetujui spin-off, RUPSLB juga menjadi momentum bagi Telkom untuk memperluas pemanfaatan aset infrastrukturnya melalui InfraNexia. Perusahaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan utilisasi jaringan sekaligus memperbesar kontribusi pasar eksternal pada segmen B2B Infrastructure TelkomGroup.
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan pemisahan aset dan bisnis tersebut akan membuat InfraNexia memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan bisnis infrastrukturnya.
"Dengan skala dan fokus yang semakin solid, InfraNexia diharapkan mampu mengelola infrastruktur secara lebih optimal sekaligus membuka pemanfaatannya bagi lebih banyak pelaku industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup membangun bisnis agar semakin fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai yang jauh lebih besar dari tiap aset strategis yang dimiliki," ujar Nanang dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026)
Pada hari yang sama, Telkom dan InfraNexia menandatangani akta pemisahan (deed of spin-off) sebagai milestone utama penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno dan Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf di Telkom Landmark Tower, Jakarta.