Telkomsel juga menyediakan fitur pencarian lokasi dan pin point pada halaman pengecekan coverage tersebut. Jika lokasi masuk jangkauan, halaman akan menampilkan keterangan bahwa lokasi tersebut terjangkau 5G.
Sebagai pelopor 5G, Telkomsel telah memperluas jaringan 5G ke berbagai wilayah, tetapi ketersediaannya dapat berbeda berdasarkan titik lokasi. Pada halaman informasi resminya, Telkomsel mencantumkan sejumlah area yang memiliki cakupan 5G, antara lain kawasan hunian seperti Alam Sutera, Bumi Serpong Damai, Pantai Indah Kapuk, Kelapa Gading, Pondok Indah, dan Widya Chandra. Selain kawasan perumahan, Telkomsel juga mencantumkan sejumlah lokasi hotspot seperti GraPARI GTG Medan, GraPARI Batam Centre, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, GraPARI Solo, GraPARI Pemuda Surabaya, GraPARI Renon Denpasar, GraPARI Balikpapan, dan GraPARI Pettarani Makassar. Jaringan 5G juga tersedia pada sejumlah lokasi pendidikan dan perkantoran, termasuk Institut Teknologi Bandung, Telkom University, dan Telkomsel Smart Office. Operator seluler ini menegaskan bahwa ketersediaan di area-area tersebut dapat berlaku pada lokasi tertentu. Seiring dengan cakupan terus diperluas, daftar lokasi tersebut sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya patokan. Untuk mengetahui kondisi di alamat tertentu, pengguna tetap disarankan mengecek langsung melalui peta coverage 5G Telkomsel.
Pengecekan coverage menjadi salah satu langkah penting sebelum menggunakan jaringan 5G. NadiKabar mencatat setidaknya ada empat hal yang perlu dipastikan pengguna, yakni lokasi sudah terjangkau 5G, smartphone mendukung jaringan 5G, kartu SIM berjenis USIM, dan profil layanan 5G pada nomor sudah aktif. Artinya, memiliki HP 5G saja belum menjamin perangkat akan mendapatkan jaringan 5G. Jika berada di luar area coverage, HP tetap akan menggunakan jaringan yang tersedia, termasuk 4G.