NADIKABAR.COM — Telkomsel mengintegrasikan teknologi jaringan Hyper 5G dan kecerdasan buatan (AI) untuk mengelola jaringan secara otomatis, efisien, dan responsif. Kolaborasi 5G dan AI ini diterapkan untuk meningkatkan layanan pelanggan melalui Veronika dan Ted, serta mendukung berbagai sektor industri seperti pelabuhan pintar (smart port). Teknologi canggih ini bertujuan untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih personal, aman, dan bermakna bagi seluruh pelanggan di Indonesia. Telkomsel menyatakan komitmen dalam menghadirkan pengalaman yang lebih personal, relevan, lagi bermakna, khususnya terhadap 156,1 juta pelanggannya. Oleh karena itu, teknologi harus menyesuaikan guna mewujudkan misi ini, terutama di era transformasi digital dan artificial intelligence (AI). Dalam beberapa tahun terakhir, terbukti bahwa teknologi 5G dan kemampuan konektivitasnya yang superior dapat terintegrasi lebih jauh lagi dengan teknologi-teknologi terdepan lainnya. Misalnya virtualisasi dalam programmable network, cloud-native applications, serta Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML) untuk pengembangan self-learning cognitive networks. "Di era transformasi digital dan Artificial Intelligence (AI), pendekatan yang berpusat pada pelanggan dengan empati menjadi kunci, sehingga setiap solusi mampu menghadirkan kemudahan, rasa aman, dan dukungan dalam keseharian pelanggan," ujar Direktur Utama Telkomsel Nugroho pada 27 Mei 2026 silam.
Telkomsel gencar-gencarnya memperluas penggunaan AI untuk mendukung operasional jaringan hingga layanan pelanggan. Teknologi Autonomous Network kini digunakan untuk membantu pengelolaan jaringan yang lebih otomatis dan efisien. Sementara Virtual Assistant Veronika terus dikembangkan untuk mempercepat respons layanan pelanggan dan menghadirkan pengalaman yang lebih personal. Perusahaan juga mulai masuk lebih dalam ke ekosistem AI nasional melalui kolaborasi dengan Indonesia Artificial Intelligence. Salah satu hasilnya adalah fitur pembelajaran berbasis AI bernama Sacred Octagon di aplikasi MyTelkomsel. Selain AI, Telkomsel juga mempercepat ekspansi jaringan Hyper 5G. Hingga Mei 2026 Telkomsel mengklaim telah memiliki lebih dari 6.380 BTS 5G yang tersebar di lebih dari 107 kota dan kabupaten di Indonesia, termasuk jaringan 5G contiguous di 36 wilayah. Transformasi tersebut diperkuat lewat integrasi layanan IndiHome B2C dan pengembangan MyTelkomsel Super App yang kini menjadi pusat berbagai layanan digital perusahaan.
Jaringan 5G adalah bagian dari teknologi internet. Maka dari itu, teknologi ini pun dapat diterapkan di mana saja, bahkan dikombinasikan dengan kecerdasan buatan (AI). Contohnya adalah sebagai berikut:
Di sektor manufaktur, 5G memungkinkan penggunaan robot dan sensor pintar yang bekerja dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Kemudian, proses produksi bisa dipantau dan dikendalikan dari jarak jauh dengan akurasi tinggi. Dengan cara ini, risiko kesalahan manusia dapat ditekan. Produktivitas pun bisa lebih ditingkatkan.
Teknologi 5G salah satu kunci pengembangan kendaraan otonom. Apalagi, mobil tanpa pengemudi membutuhkan kemampuan memproses data yang sangat cepat. Dalam waktu kurang dari 1 detik, mobil harus bisa bereaksi terhadap kondisi jalan. Untuk saat ini, hanya 5G yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut.