"Internet semisal dia apa namanya koneksinya ke-delay, saya hitung kurang lebih ada 30 detik aja, itu dari platform langsung matiin. Otomatis mati. Saya nggak bisa live streaming. Ini kendala yang pertama. Yang kedua, terus seandainya ada satu, satu momen aja, satu detik itu jumping, itu saya bakal kalah. Jadi benar-benar membalikkan keadaan," ujar Abi.
Optimalisasi Jaringan Telkomsel 5G Berbasis AI
Menanggapi kebutuhan pengguna yang kian beragam, Manager Network VIP and and HVC Management Jabotabek Telkomsel Muhammad Hidayat Rido Tarigan menjelaskan Telkomsel secara aktif memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan performa jaringan 5G.
"Pertama di sisi kita gitu ya untuk melihat jaringan itu sebenarnya biasanya ada lima metrik yang digunakan gitu. Yang pertama adalah download, download throughput. Yang kedua, upload throughput. Berikutnya latensi, jitter, dan packet loss. Nah, biasanya ini lima komponen ini yang penting dan ini yang tadi masing-masing pengguna itu berbeda-beda ininya, kebutuhannya gitu ya," ungkap Rido.
Dengan tambahan spektrum frekuensi baru di 700 MHz dan 2,6 GHz yang didapat Telkomsel, kapasitas dan kecepatan jaringan 5G diharapkan mampu terus menopang gaya hidup digital masyarakat secara mulus dan responsif.