NADIKABAR.COM — Telur yang cangkangnya retak tak selalu berbahaya. Menurut ahli, keamanannya bergantung pada kapan dan bagaimana retakan itu terjadi.

Telur menjadi salah satu sumber protein dan mineral favorit karena harganya yang relatif terjangkau. Karena itu, menemukan telur yang cangkangnya retak, kerap membuat kesal.

Pertanyaannya, apakah telur tersebut masih aman dikonsumsi atau justru berisiko untuk kesehatan?

Dikutip dari Health (8/1/2026), Vanessa Coffman, PhD, pakar keamanan pangan sekaligus direktur Alliance to Stop Foodborne Illness, mengatakan bahwa faktor penentunya adalah waktu terjadinya keretakan.

Jika retak sudah terlihat sejak di toko, telur itu sebaiknya tidak dibeli atau langsung dibuang karena bakteri berbahaya berpotensi sudah masuk melalui cangkang yang rusak.

Namun jika keretakan baru terjadi saat telur dibawa pulang atau ditangani di rumah, telur masih bisa digunakan asalkan segera diolah dan dimasak hingga benar-benar matang.

Alternatifnya, telur bisa dipecahkan ke wadah bersih bertutup rapat, disimpan di kulkas, dan dipakai dalam waktu dua hari.