Elisa Maloberti, manajer proyek khusus dan keamanan pangan di The American Egg Board, menambahkan satu pengecualian penting. Jika retakan sampai membuat putih telur bocor keluar, telur harus segera dibuang.
Sebaliknya, retak tanpa kebocoran menandakan selaput pelindung di bawah cangkang masih utuh sehingga telur umumnya tetap aman, selama segera dimasak.
Menurut Amy Woodman, RD, ahli gizi di Farmington Valley Nutrition and Wellness, telur memang rapuh dan mudah retak saat pengangkutan maupun di rak toko meski sudah dikemas hati-hati.
Retakan inilah yang membuka celah masuknya Salmonella, bakteri yang menurut Coffman sangat berisiko bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan sistem imun lemah.
Data CDC mencatat Salmonella menyebabkan sekitar 1,35 juta kasus infeksi dan 26.500 rawat inap setiap tahun di Amerika Serikat.
Untuk memastikan keamanannya, Woodman menyarankan mengandalkan indra penciuman karena telur yang sudah rusak biasanya berbau tidak sedap.