NADIKABAR.COM — Proyek tembok perbatasan yang dicanangkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menghancurkan sebuah geoglyph kuno di gurun Arizona. Analisis baru terhadap sampel dari situs tersebut menunjukkan bahwa geoglyph itu mungkin jauh lebih tua daripada piramida Mesir Kuno.
Pada 23 April 2026, para kontraktor yang mengerjakan pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko melindas Las Playas Intaglio, sebuah ukiran ikan raksasa yang dipahat di Gurun Sonoran. Aktivitas ini menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada simbol kuno yang dianggap suci oleh suku-suku adat setempat.
"Ini adalah kerugian yang sangat besar dan sepenuhnya dapat dihindari," kata Ketua Tohono O'odham, Verlon Jose, dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada saat itu, dikutip dari IFL Science, Jumat (9/10/2026).
"Tidak ada yang lebih penting daripada sejarah kita, yang membentuk jati diri kita sebagai suku O'odham. Situs ini juga merupakan bagian tak tergantikan dari sejarah AS, sesuatu yang tidak akan pernah bisa kita dapatkan kembali," imbuhnya.
Nilai situs ini jauh melampaui usianya. Pada suatu titik dalam sejarah, manusia sengaja mengubah lanskap, mengikis lapisan permukaan gelap dari ladang lava kuno untuk menciptakan representasi simbolis hewan yang raksasa dan mudah dikenali.
Ini adalah catatan sepanjang 83 meter tentang pemikiran dan aktivitas manusia, jejak fisik orang-orang yang mungkin tidak terwakili dengan baik dalam catatan arkeologi. Namun menurut penelitian terbaru, ukiran tersebut mungkin jauh lebih tua dari yang kita sadari, bahkan mungkin merupakan geoglyph tertua yang telah ditentukan usianya secara ilmiah di Amerika.