NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat pertumbuhan positif investasi sepanjang 2026. Hingga semester I 2026, realisasi investasi di Kota Pahlawan mencapai Rp23,608 triliun atau sekitar 53 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp44,26 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan aktivitas investasi di Surabaya terus bergerak positif. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya, realisasi investasi berasal dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan realisasi investasi hingga semester I 2026 telah melampaui separuh dari target yang ditetapkan.

"Untuk investasi dari target Rp44,26 triliun (2026), kita sudah lebih dari 50 persen di triwulan II," kata Eri dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).

Eri menegaskan Pemkot Surabaya terus memperkuat kemudahan pelayanan bagi pelaku usaha melalui pemanfaatan teknologi. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menerapkan sistem integrasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta menghadirkan Klinik Investasi.

"Sistem kami memungkinkan pemantauan real-time dari ruang kerja, berapa izin yang masuk dan selesai, semua terpantau. Kami juga menyediakan Klinik Investasi yang mendampingi investor, mulai dari perhitungan Break Even Point (BEP) hingga estimasi lama pembangunan," ujarnya.

Ia menjelaskan penerapan AI juga memberikan kemudahan bagi pemohon untuk memantau proses perizinan secara langsung melalui ponsel pintar. Sistem tersebut diarahkan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat transparansi dalam proses investasi di Kota Pahlawan.

"Ketika ada kepastian dan tidak ada biaya di luar ketentuan, trust atau kepercayaan investor akan terbangun. Hasilnya investasi bergerak dan perekonomian Surabaya ikut tumbuh," tuturnya.

Pihaknya menargetkan realisasi investasi Surabaya sepanjang 2026 dapat mencapai sekitar Rp44 triliun. Target tersebut terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp30 triliun hingga Rp40 triliun. "Tentunya inovasi-inovasi yang kami lakukan akan menunjang target investasi yang ditetapkan tahun ini," ungkapnya.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini menilai, investasi tidak hanya dilihat dari besarnya modal yang masuk. Investasi juga diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja sekaligus menggerakkan sektor ekonomi lokal.