"Ketika investasi masuk, ada pergerakan ekonomi. Mereka membutuhkan pekerja, pekerjanya dari warga Surabaya. Mereka membutuhkan makanan untuk pekerjanya, maka UMKM Surabaya juga ikut bergerak," ujar Eri.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Surabaya, Lasidi mengatakan realisasi investasi hingga semester I 2026 telah melampaui target yang ditetapkan. Dimana realisasi semester I 2026 sudah mencapai sekitar Rp23,608 triliun.

"Target realisasi investasi semester I 2026 sebesar Rp22 triliun, sehingga realisasi investasi tahun 2026 sampai dengan semester I sudah melebihi target," ujar Lasidi.

Berdasarkan data DPMPTSP Surabaya, nilai investasi tersebut berasal dari 68.840 proyek yang tersebar di berbagai sektor usaha. Capaian ini meningkat 6,06 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

"Pada semester I 2025, realisasi investasi Surabaya tercatat sebesar Rp22,177 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp23,608 triliun pada semester I 2026," tutur Lasidi.

Dari sisi sektor usaha, bidang usaha lainnya menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp7,869 triliun dari 28.186 proyek. Sektor perdagangan dan reparasi menyusul dengan investasi Rp3,665 triliun dari 30.255 proyek.

Berikutnya, sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi mencatat investasi Rp3,219 triliun dari 1.085 proyek. Sektor jasa lainnya membukukan investasi Rp3,116 triliun melalui 8.651 proyek.

Sektor pertambangan mencatat investasi Rp2,929 triliun dari 75 proyek. Sementara sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran mencapai Rp2,806 triliun dari 588 proyek.

Dari sisi jenis penanaman modal, PMDN masih mendominasi investasi Surabaya. Hingga semester I 2026, nilai PMDN mencapai Rp21,974 triliun dari 67.625 proyek.

Sementara itu, PMA tercatat sebesar Rp1,633 triliun dari 1.215 proyek. Secara keseluruhan, PMA dan PMDN menghasilkan total realisasi investasi Rp23,608 triliun dari 68.840 proyek.