"Kami melihat data per September 2026, memang sebaran distribusi penerima MBG itu masih terkonsentrasi masih lebih tinggi di perkotaan dibandingkan dengan pedesaan dan masih lebih banyak siswa kaya yang menerima dibandingkan siswa miskin," papar Anggota DEN M. Firman Hidayat.
Firman menekankan distribusi MBG perlu melakukan perbaikan dengan memprioritaskan penerima manfaat dari kalangan masyarakat miskin, pedesaan, ataupun daerah terpencil yang memang membutuhkan asupan gizi. Sebab, dalam survei yang sama, Firman mengatakan pihaknya menemukan program ini sebenarnya dapat mendongkrak kehadiran dan semangat belajar para siswa di sekolah.
"Artinya, perlu ada prioritas yang lebih baik terutama untuk daerah 3T, daerah pedesaan dan masyarakat miskin gitu kan. Karena sekali lagi tadi studi kita menunjukkan bagaimana program ini sebenarnya mampu menurunkan absensi siswa ke sekolah dan meningkatkan semangat belajar dan mengurangi rasa lapar mereka di sekolah," tegas Firman.