Pihaknya menemukan siswa penerima MBG, khususnya para siswa dari golongan keluarga miskin dan kurang mampu, tingkat kehadirannya di sekolah meningkat.
"Jadi, kalau kita lihat absensi siswa, penerima MBG itu jarang absen dibandingkan dengan non penerima MBG gitu kan. Bahkan sebenarnya gap-nya cukup besar terutama di desil 1 yang paling miskin gitu ya," beber Firman.
Masih dari survei yang sama, semangat belajar siswa juga tercatat meningkat. Pihaknya menemukan alasan utama semangat belajar meningkat adalah kualitas menu MBG yang diberikan, bila menunya baik 95% siswa penerima MBG mengaku semangat belajarnya lebih tinggi.