NADIKABAR.COM — Hampir empat tahun berlalu, Erik ten Hag akhirnya buka suara mengenai tensi antara dirinya dan Cristiano Ronaldo selama di Manchester United. Ia menyebut sang striker tak berlatih sesuai harapan.
Ten Hag yang masuk pada musim panas 2022 hanya melatih Ronaldo selama beberapa bulan sebelum bomber asal Portugal itu diputus kontraknya oleh MU di bulan November tahun yang sama akibat menyerang klub dalam sebuah wawancara bersama jurnalis Piers Morgan.
Dalam wawancara itu, Ronaldo berujar ia tak memiliki rasa hormat kepada Ten Hag karena ia juga tak merasa dihormati. CR7 lalu pindah ke Al Nassr dan bertahan hingga sekarang, sementara Ten Hag bertahan di Old Trafford hingga 2024, memenangkan satu Carabao Cup dan satu Piala FA.
Kini, Ten Hag yang telah menjadi direktur teknik Twente di Liga Belanda bersedia mengungkit topik itu kembali ketika dikunjungi oleh The Athletic. Ia menilai sikap Ronaldo saat itu telah mengecewakan tim.
"Dia mengecewakan tim, dan dia mengecewakan saya, karena kami telah menyusun rencana yang melibatkannya. Saya terbang ke Portugal untuk berbicara dengannya mengenai apa yang ingin saya capai sebelum saya bergabung dengan United," ujar Ten Hag.
"Jelas, dia adalah salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola. Saya sangat menghormatinya. Namun, pada saat itu, sebagai seorang manajer, saya harus mengambil keputusan yang rasional dan tetap mempertahankan para pemain yang saya kagumi."
Menurut Ten Hag, Ronaldo menarik diri dari sesi latihan, tidak meningkatkan detak jantungnya ke level yang diminta saat berlatih, dan hanya menyelesaikan dua dari tiga lap lari yang diwajibkan oleh Ten Hag usai kalah 0-4 dari Brentford pada Agustus 2022.
"Saya mengonfrontasinya soal ini. Berkali-kali saya bilang, 'Ronnie, semua orang ingin bekerja untukmu agar bisa menempatkanmu di posisi yang tepat, tapi jika kamu sendiri tidak bisa masuk ke dalam kotak penalti, kamu tidak akan bisa mencetak gol'. Dia tidak mampu melakukannya."
"Keliru jika ada anggapan bahwa saya menuntutnya untuk melakukan pressing hingga dia kelelahan. Tapi dia memang tidak mampu. Dia tidak berlari, baik saat tim menguasai bola maupun tidak. Alasannya karena dia tidak mempersiapkan dirinya sendiri."
"Setiap tim papan atas harus merangkul pemain bintangnya, tetapi pemain bintang tersebut juga harus bekerja untuk tim. Dia sempat berkata kepada para pemain lain, 'Hemat tenaga kalian saat latihan'."
"Saya paham jika seseorang sudah dalam kondisi fisik prima; dalam sesi latihan tertentu, Anda memang bisa menghemat tenaga. Namun, sebelumnya Anda harus melatih diri sendiri untuk mencapai tingkat kebugaran yang tepat," jelasnya.
Ten Hag meyakini perilaku Ronaldo telah memengaruhi sejumlah pemain. "Para pemain harus bertindak; mereka memikul tanggung jawab besar. Bagi sebagian orang, sepak bola bukanlah prioritas utama. Begitu pula bagi sebagian pemain, MU bukanlah prioritas utama," jelas Ten Hag.
Selama dilatih Ten Hag, Ronaldo turun 16 kali untuk MU di seluruh ajang, mencetak tiga gol dan dua assist. The Athletic menulis bahwa perwakilan Ronaldo telah dimintai tanggapan soal ini, namun tak dibalas hingga wawancara ini dirilis ke publik.