NADIKABAR.COM — Mengantisipasi musim hujan, ruang belajar darurat akan didirikan bagi siswa terdampak gempa NTT. Ruang-ruang ini diperkirakan tahan selama 4-6 bulan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK & PLK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Dr Saryadi, ST, MBA pada Taklimat Media Perkembangan Penanganan Bencana NTT di Bidang Pendidikan secara daring, Senin (14/9/2026).
Saryadi menjelaskan, Kemendikdasmen sebelumnya mendistribusikan 100 tenda kelas darurat senilai Rp 5,5 miliar dengan rincian 28 tenda di Manggarai, 27 di Manggarai Timur, 17 di Nagekeo, 8 di Manggarai barat, 8 di Sikka, 7 di Ngada, dan 5 di Ende.
Namun, berdasarkan laporan dinas pendidikan kabupaten, sambungnya, tenda dan terpal darurat tidak cukup untuk mengantisipasi musim hujan untuk beberapa bulan ke depan.
"Satu hal yang menjadi perhatian adalah datangnya musim hujan. Seluruh dinas pendidikan kabupaten menyampaikan bahwa tenda dan termal terdarurat tidak akan cukup untuk beberapa bulan ke depan. Karena itu, kami mengarahkan penyediaan ruang darurat yang lebih tahan dengan memanfaatkan bahan lokal dan atap yang kuat dengan daya tahan 4-6 bulan," ucapnya.