Sebelumnya, distribusi 100 tenda kelas darurat melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk pengalihan 40 tenda pengungsian yang sudah tidak terpakai menjadi ruang kelas darurat.
Saryadi menambahkan, pihak sekolah dan masyarakat juga sudah mendirikan ruang belajar sementara dari bambu, kayu, dan terpal. Biayanya diperoleh dari Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Belanja Tidak Terduga di daerah.
"Bantuan ini sekaligus ditujukan untuk meningkatkan kualitas kelas sementara yang telah dibangun swadaya oleh warga sekolah karena kebutuhan ruang kelas sementara jenjang SD saat ini sedang proses penghitungan lebih lanjut dan juga proses verifikasi dan validasi oleh tim Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," kata Saryani.
Saryadi mengatakan, terdapat sekolah dan wilayah prioritas dalam pendirian ruang belajar darurat tersebut.