NADIKABAR.COM — Pengacara Tengku Zanzabella, Ranto Sibarani SH, menyampaikan klarifikasi kliennya soal tudingan terlibat dalam penyebaran rekaman video call antara Ruben Onsu dengan seorang pria yang belakangan viral di media sosial. Ranto menegaskan, Tengku Zanzabella tidak pernah menerima, menguasai, ataupun melihat rekaman video tersebut.
Ranto juga memberikan klarifikasi mengenai kronologi pertemuan Tengku Zanzabella, Sarwendah, dan seorang pria bernama Artos. Ia menilai, narasi yang berkembang di media sosial telah menggiring opini seolah-olah kliennya merupakan sosok di balik tersebarnya rekaman pribadi tersebut.
Tengku Zanzabella awalnya memang sempat menunjukkan dukungan kepada Sarwendah melalui sejumlah konten di media sosial, sebelum akhirnya berubah sikap. Namun, menurutnya, perubahan sikap Tengku Zanzabella merupakan bagian dari kebebasan berpendapat setelah memperoleh informasi dan fakta baru.
Pengacara Tengku Zanzabella mengungkapkan pertemuan antara Tengku Zanzabella dan Sarwendah bermula dari ajakan Sarwendah pada 5 Agustus 2026. Ia mengaku memiliki bukti percakapan yang menunjukkan Sarwendah terlebih dahulu mengajak bertemu.
Menurut Ranto, percakapan tersebut juga membahas lokasi pertemuan hingga akhirnya disepakati berlangsung di rumah Tengku Zanzabella.
Pada 1 September 2026, Tengku Zanzabella memberikan hadiah atau gift saat mengikuti siaran langsung akun TikTok AA Story. Menurut keterangannya, pemberian tersebut terjadi ketika pemilik akun menawarkan akan mengungkap rekaman video call apabila mendapatkan gift dari penonton.
Ranto menyebut kliennya menjadi top gifter dalam siaran langsung tersebut. Namun, ia menegaskan fakta itu tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan Tengku Zanzabella merupakan pihak yang ingin menyebarkan rekaman video call tersebut.
Ia kemudian menjelaskan pada 2 September 2026, Sarwendah disebut menghubungi Tengku Zanzabella melalui sambungan telepon dan menanyakan kemungkinan mempertemukan Artos. Sehari kemudian, Artos datang ke rumah Tengku Zanzabella. Dalam kesempatan itu, menurut Ranto, kliennya menanyakan kesediaan Artos untuk bertemu dengan Sarwendah.
Pertemuan tersebut akhirnya berlangsung pada 6 September 2026 dengan dihadiri Sarwendah, Artos, serta seorang pengacara berinisial yang dalam transkrip disebut GIE.
Ranto menegaskan, Tengku Zanzabella hanya memfasilitasi pertemuan tersebut dan tidak menerima rekaman video call yang kini menjadi perbincangan publik.
"Klien kami tidak pernah menerima, tidak pernah menguasai, dan tidak pernah melihat rekaman video tersebut," tegas Ranto konfrensi pers di Tangerang, kemarin.
Ia menyebut rekaman tersebut justru diterima Sarwendah langsung dari Artos saat pertemuan berlangsung. Ranto juga menyatakan Tengku Zanzabella tidak pernah menyiapkan ataupun menyebarkan rekaman tersebut.
Selain membantah keterlibatan dalam penyebaran video, Ranto turut menanggapi tudingan mengenai dugaan pengaturan kamera CCTV di rumah Tengku Zanzabella untuk merekam pertemuan tersebut.
Menurutnya, keberadaan CCTV di lokasi merupakan hal wajar dan tidak membuktikan adanya skenario untuk menjebak pihak tertentu. Komunikasi antara Tengku Zanzabella dan salah satu staf terkait CCTV disebut hanya bertujuan memastikan ketersediaan air minum serta kebutuhan di meja pertemuan. Ia membantah tudingan kamera sengaja diarahkan untuk merancang jebakan.
Dalam kesempatan yang sama, Ranto menyinggung adanya pemberian uang saat pertemuan berlangsung. Ranto menegaskan, Tengku Zanzabella tidak memperoleh keuntungan dari penyebaran rekaman video call tersebut. Sebaliknya, ia menyatakan Tengku Zanzabella justru mengeluarkan uang saat pertemuan berlangsung.
Pihaknya mengklaim memiliki bukti percakapan antara Tengku Zanzabella dan Sarwendah yang berisi peringatan agar rekaman video call tidak disebarkan ke media sosial.
Ia mengatakan peringatan serupa juga disampaikan kepada pihak terkait lainnya. Oleh karena itu, Ranto menilai tudingan yang menyebut Tengku Zanzabella berada di balik penyebaran video bertentangan dengan komunikasi yang diklaim dimiliki pihaknya.
Ranto menyatakan pihaknya tengah mempersiapkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menuding Tengku Zanzabella sebagai sosok di balik penyebaran rekaman video call Ruben Onsu.
"Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti yang cukup," tegas Ranto.
Ranto berharap kliennya tidak lagi dikaitkan dengan polemik penyebaran rekaman video call tersebut. Ia juga menilai persoalan antara Ruben Onsu dan Sarwendah sebaiknya tidak berkembang menjadi upaya saling membuka aib setelah keduanya bercerai.