"Kami berharap dapat membantu mentransformasi ke arah digitalisasi agar data yang ada dapat mendukung pemerintah untuk menciptakan kebijakan, program, maupun kegiatan di Kawasan Transmigrasi Kobalima Timur," ujar anggota TEP ITS, Leonardi Paris Hasugian.

Dengan sistem tersebut, data tidak hanya berfungsi sebagai arsip. Informasi yang terkumpul diharapkan dapat menjadi dasar untuk melihat perubahan kondisi kawasan dari waktu ke waktu, menentukan kebutuhan yang paling mendesak, sekaligus mengukur dampak program pembangunan terhadap masyarakat.

Dari Pelaporan Manual Menuju Basis Data Jangka Panjang

Sistem yang dikembangkan TEP ITS kemudian diuji coba melalui diskusi kelompok terarah bersama jajaran pemerintah daerah Kabupaten Malaka. Kehadirannya mendapat respons positif karena dinilai dapat menyederhanakan proses pelaporan sekaligus menjaga keberlanjutan data.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Malaka, Maria Florentia Bere Tay, mengatakan sistem tersebut membantu mengatasi salah satu kendala yang selama ini dihadapi pemerintah daerah.

"Sebelumnya pelaporan kami manual. Kehadiran sistem ini memudahkan kami dalam melapor, mengevaluasi, serta menyimpan data jangka panjang agar tidak hilang," tuturnya.

Manfaat serupa pun dirasakan sektor pertanian. Pelaksana Harian Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Malaka, Laurens Bere, menilai ketersediaan data yang akurat mengenai tanaman pangan dan alat mesin pertanian dapat menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan maupun mengajukan dukungan program kepada pemerintah pusat.

Dengan demikian, digitalisasi data dapat mendukung tata kelola pembangunan yang lebih tepat sasaran. Melalui sistem ini, pemerintah dapat mengidentifikasi penerima bantuan, kebutuhan yang paling mendesak, lokasi yang memerlukan intervensi, serta mengukur perkembangan program dari waktu ke waktu.

Penguatan data menjadi bagian penting dari transformasi pembangunan transmigrasi yang saat ini diarahkan pada pengembangan kawasan berbasis potensi dan kebutuhan masyarakat.