Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara sebelumnya menyampaikan salah satu langkah digitalisasi dalam transformasi transmigrasi adalah pemetaan kawasan transmigrasi.
"Pemetaan tersebut diperlukan agar pemerintah memiliki basis informasi yang semakin kuat dalam merancang pengembangan kawasan," tegasnya.
Senada, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan transformasi transmigrasi memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Hal tersebut disampaikannya dalam Town Hall Meeting Transformasi Transmigrasi 2026, Kamis (5/2).
"Transformasi transmigrasi menjadi instrumen strategis pembangunan nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, merata, dan berkeadilan sekaligus menjawab tantangan global yang semakin kompleks," ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya konektivitas digital untuk membuka kesempatan yang setara bagi masyarakat Indonesia. Hal tersebut disampaikan pada pidato pada sesi pembicaraan bersama Presiden Republik Indonesia dalam World Governments Summit 2025 yang dilakukan secara daring, pada Kamis (13/2).
"Hal ini memastikan bahwa setiap orang Indonesia, mulai dari pulau terpencil hingga jantung kota Jakarta, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital, untuk belajar, berinovasi, dan mencapai kesejahteraan," ucapnya.
Melalui inovasi TEP ITS di Kobalima Timur, digitalisasi diterapkan sebagai solusi di tingkat kawasan. Data petani, lahan, produksi, infrastruktur, hingga persoalan masyarakat dihimpun dalam satu sistem untuk menjadi dasar pengambilan keputusan.
Teknologi tersebut tidak hanya menghadirkan aplikasi, tetapi juga mendorong pengelolaan data yang lebih akurat dan terintegrasi. Dengan begitu, pembangunan diharapkan lebih terukur, bantuan lebih tepat sasaran, serta kebutuhan masyarakat transmigrasi dapat lebih cepat diterjemahkan menjadi kebijakan dan program.