NADIKABAR.COM — Kementerian Transmigrasi (Kementrans) melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) kepada warga kawasan transmigrasi Muting, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, untuk membantu memperluas pemasaran produk pangan olahan lokal.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari pendampingan pengembangan usaha masyarakat yang telah memproduksi berbagai makanan ringan, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam pengemasan dan pemasaran produk ke luar kawasan.
"Dari workshop ini kami mendapatkan pemahaman bahwa kemasan dan cara memperkenalkan produk juga sangat penting. Kami juga jadi tahu bahwa AI bisa dimanfaatkan untuk membantu membuat promosi," kata Dewi, salah satu warga penerima manfaat dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.
Produk yang dikembangkan masyarakat Muting antara lain kue kering, keripik singkong, dan keripik rambak. Melalui pelatihan yang berlangsung pada akhir September 2026, warga mempelajari pengembangan kemasan, identitas produk, serta penggunaan teknologi digital untuk kegiatan promosi.
Ketua TEP UGM Bidang Digitalisasi Faiz Zamzami mengatakan produk olahan masyarakat memiliki potensi untuk menjangkau pasar yang lebih luas apabila didukung pengemasan dan strategi pemasaran yang sesuai.
Menurut dia, peningkatan daya saing tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga cara memperkenalkan produk tersebut kepada konsumen.
"Oleh karena itu, pengemasan, branding, dan pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting yang perlu diperkenalkan kepada masyarakat," ujar Faiz.