Selain pelatihan, TEP UGM mengembangkan platform Digipangan.id sebagai sarana pemasaran digital yang dirancang untuk mempertemukan petani dan pelaku usaha lokal dengan calon konsumen secara lebih langsung.

Melalui platform tersebut, produk unggulan kawasan transmigrasi diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus mengurangi ketergantungan pelaku usaha terhadap rantai pemasaran yang panjang.

Sebelumnya, pada Agustus 2026, Kementrans menempatkan sekitar 1.200 peserta TEP dalam sekitar 200 tim di 10 kawasan transmigrasi di wilayah Papua, termasuk kawasan Muting di Kabupaten Merauke.

Secara nasional, program TEP 2026 melibatkan 1.476 peserta yang tergabung dalam 246 tim untuk melaksanakan riset, pendampingan, dan pengembangan potensi ekonomi di 53 kawasan transmigrasi.

Pada September 2026, Kementrans juga melakukan evaluasi terhadap 246 program TEP untuk memastikan pelaksanaannya tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan target transformasi kawasan transmigrasi.

Melalui pendampingan pengemasan dan pemanfaatan teknologi digital, Kementrans bersama TEP UGM berupaya memperkuat kemampuan pemasaran pelaku usaha lokal sehingga produk pangan olahan masyarakat Muting memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih luas.