Pelatihan tersebut mencakup tiga materi utama, yakni pengembangan identitas dan kemasan produk, penerapan aspek teknis pengemasan, serta pemanfaatan AI sebagai alat bantu pemasaran.

Dalam materi pengemasan, peserta mempelajari pemilihan bahan dan tampilan kemasan, informasi produk, keamanan pangan, penyimpanan, serta penentuan masa kedaluwarsa yang sesuai dengan karakteristik produk.

Sementara itu, pada sesi pemanfaatan teknologi, warga mempraktikkan penggunaan Gemini AI untuk mencari ide promosi, menyusun keterangan produk, mengembangkan konsep komunikasi pemasaran, hingga membuat rancangan poster.

Pemateri praktik AI dari UGM Romanus Hadyanto mengatakan penggunaan teknologi tersebut diperkenalkan melalui praktik langsung agar masyarakat dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan usaha sehari-hari.

"Kami berharap peserta tidak berhenti pada tahap mengetahui apa itu AI. Mereka bisa langsung mencoba dan menggunakannya untuk kebutuhan usaha, misalnya membuat ide promosi, caption, maupun konsep poster produk," ucap Romanus.

Ia juga mengingatkan bahwa materi promosi yang dihasilkan AI tetap perlu diperiksa dan disesuaikan dengan kondisi produk serta usaha yang sebenarnya.