Prinsip tersebut juga yang kemudian menjadi sebuah pesan bagi Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara kepada peserta Tim Ekspedisi Patriot pada 21 September 2026. Ia meminta para peserta TEP tidak berhenti pada kegiatan penelitian, tetapi meninggalkan solusi yang dapat diteruskan masyarakat.

"Jangan hanya meninggalkan laporan. Tinggalkan karya. Tinggalkan solusi. Dan yang paling penting, tinggalkan manfaat yang terus dirasakan masyarakat," ujarnya.

Pesan tersebut juga tercermin dalam pelaksanaan program Sagu Sapa yang tidak hanya memberikan pelatihan pengolahan pangan kepada masyarakat Senggi. Kegiatan ini juga mendorong pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan untuk diteruskan melalui kader kesehatan dan dikembangkan oleh pelaku UMKM sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Sebagai informasi, pengolahan pangan lokal melalui Sagu Sapa diharapkan dapat terus dikembangkan setelah kegiatan berlangsung dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Kader kesehatan diharapkan dapat melanjutkan edukasi mengenai pangan dan gizi, sementara pelaku UMKM dapat mengembangkan olahan pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi.