NADIKABAR.COM — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan didampingi Kepolisian Sektor (Polsek) Weri langsung turun tangan melakukan penyaluran air bersih dari mata air di sekitar Kampung Saharay ke warga Kampung Weri. Hal ini dikarenakan krisis air mulai dirasakan warga Kampung Weri, Kawasan Transmigrasi Weri-Saharay, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Langkah ini diambil karena mata air dan sumur warga mulai mengering, sehingga masyarakat sebelumnya harus berulang kali mencari dan menampung air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Anggota TEP Unhas Tim 15, Brien, mengatakan persoalan air diketahui setelah tim melakukan survei dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dari pemantauan tersebut, tim menemukan mata air dan sumur di Kampung Weri mulai mengering, sedangkan mata air di Kampung Saharay masih mengalir.

"Di Kampung Saharay, mata airnya masih melimpah dan sampai sekarang masih mengalir. Sementara di Kampung Weri, masyarakat sudah kesulitan air karena mata air dan sumur warga mulai kering," ujar Brien dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).

Menurut Brien, kondisi tersebut membuat warga harus berulang kali mengambil dan menampung air, baik pada pagi, siang, sore, maupun malam hari untuk memenuhi kebutuhan air baku.

Dalam pelaksanaannya, TEP Unhas berkoordinasi dengan Polsek Weri, terutama dalam penggunaan kendaraan untuk mengangkut dan mendistribusikan air. Ia mengatakan keterlibatan TEP menjadi penting karena tim berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui survei dari rumah ke rumah.

"Dari survei itu kami tahu rumah-rumah mana yang mulai kekurangan air. Polsek juga melakukan pendampingan, tetapi kami lebih dekat dengan masyarakat karena langsung turun dan mengecek kondisi rumah warga," ujarnya.