Air tersebut kemudian didistribusikan ke tiga RT di Kampung Weri. Pada masing-masing RT, satu rumah dijadikan titik distribusi untuk menyalurkan air kepada tiga hingga empat rumah warga di sekitarnya. Dengan pola ini, warga dapat memperoleh air dari lokasi yang lebih dekat sehingga tidak perlu mengambilnya langsung dari sumber mata air di Kampung Saharay.
"Kalau titik tengahnya di rumah A, berarti air diisi di rumah A. Itu bisa mengakomodasi tiga sampai empat rumah," katanya.
Selain distribusi air, TEP Unhas juga membantu memperbaiki akses jalan menuju Kampung Saharay yang menjadi jalur menuju sumber mata air sekaligus penghubung antarkampung. Perbaikan dilakukan pada ruas yang rusak sekitar 800 meter hingga satu kilometer dari ujung jalan beraspal, menggunakan tanah, pasir, dan batu yang tersedia di lokasi.
"Di situ lumayan berbahaya, mobil bisa terbalik kalau jalannya salah. Makanya bagian itu yang kami perbaiki," paparnya.
Bantuan ini dirasakan langsung oleh warga penerima manfaat. Warga Kampung Weri, Dorina Kabes, mengaku bersyukur atas kehadiran TEP dan Polsek Weri yang datang langsung ke rumahnya untuk menyalurkan air.
"Tim TEP dan Polsek Weri langsung tiba ke rumah dan memberi tahu bahwa akan diberikan air ke profil. Air yang dibagikan digunakan kami gunakan untuk memasak, kami bersyukur karena ada air yang dibantukan. Untuk kedepannya, semoga kalo di profil sudah habis, bisa tolong diambilkan air lagi," ujar Dorina.