NADIKABAR.COM — Keterbatasan guru masih menjadi tantangan dalam proses pembelajaran di SDN Parubela, Kawasan Transmigrasi Parudongka, Konawe, Sulawesi Tenggara. Untuk mendukung kegiatan pendidikan di kawasan ini, Tim 1 Ekspedisi Patriot Lokus Asinua-Routa melakukan pendampingan pembelajaran dan aktivitas kreatif bagi anak-anak.

Pada kegiatan ini, anggota Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) terlibat langsung dalam proses pembelajaran di kelas serta mendampingi siswa saat menggambar. Melalui aktivitas tersebut, anak-anak diajak untuk mengekspresikan ide dan imajinasi, mengembangkan kreativitas, serta membangun kepercayaan diri.

Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari para guru SDN Parubela. Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot dinilai membantu proses pembelajaran di tengah keterbatasan tenaga pendidik sekaligus mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Dari adik-adik Patriot dalam proses belajar dalam kelas karena saat ini kami sangat kekurangan tenaga guru pendidik. Setelah hadirnya Tim Ekspedisi Patriot, alhamdulillah kami bisa terbantu," ujar salah satu guru SDN Parubela, Nasra dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).

Pendampingan ini juga memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam bagi siswa. Tak hanya mendukung pembelajaran akademik, aktivitas menggambar juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, mengekspresikan diri, dan mengeksplorasi potensi mereka.

Upaya tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peran guru dan keberhasilan pendidikan sebagai fondasi kemajuan bangsa.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya menghadirkan solusi nyata atas persoalan yang ditemukan Tim Ekspedisi Patriot di lapangan.

"Jangan sampai teman-teman Ekspedisi Patriot sudah turun ke lapangan, sudah mendengarkan masyarakat, kemudian berhenti di masalah. Kita harus menghadirkan solusi yang terbaik, relevan, feasible, dan masuk akal," papar AHY.

Senada, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara turut mendorong pengembangan sumber daya manusia yang mampu mengenali persoalan, melakukan analisis, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.

"Indonesia membutuhkan SDM yang tidak lagi menunggu perintah, tetapi mampu melihat masalah, menganalisisnya, lalu menghadirkan solusi. Itulah yang kami sebut sebagai Disiplin Inisiatif," ujar Iftitah.

Melalui pendampingan ini, TEP Unhas berharap dapat menumbuhkan semangat belajar, kreativitas, dan kepercayaan diri anak-anak Parudongka. Dengan begitu, mereka bisa meraih masa depan yang lebih baik.