NADIKABAR.COM — Tim Ekspedisi Patriot 2026 Kawasan Transmigrasi Anawua, Kementerian Transmigrasi yang bermitra dengan Universitas Hasanuddin, mendorong penguatan pengelolaan wilayah pesisir melalui kegiatan mitigasi abrasi, pembibitan tanaman pantai, dan penyusunan regulasi desa.
Ketua TEP 2026 Kawasan Transmigrasi Anawua Dr Chairul Pao'tonan dalam laporannya di Makassar, Jumat, menjelaskan pembangunan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat Desa Lamundre, Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat berhasil membangun dua segmen pemecah ombak dengan panjang masing-masing 26 meter dan 20 meter. Kedua segmen memiliki lebar 0,5 meter dan tinggi 1,2 meter.
Pemanfaatan bambu duri merupakan salah satu pendekatan mitigasi berbasis sumber daya lokal yang dikembangkan bersama masyarakat. Sehingga ini diharapkan dapat memberi solusi perlindungan pantai dengan memanfaatkan material yang tersedia di lingkungan sekitar.