NADIKABAR.COM — Serpihan roket pembawa satelit milik China, Zhuque 2E, jatuh di kawasan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Serpihan bagian roket China di wilayah Indonesia bukanlah yang pertama kali.
Berdasarkan catatan pemberitaan NadiKabar, Selasa (20/10/2026), kejadian serpihan roket China jatuh di Indonesia sudah beberapa kali terjadi. Tercatat, serpihan roket China pernah jatuh di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng), pada 2021.
Kemudian, pada 2022 juga serpihan roket China juga pernah jatuh di Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar). Terbaru, ada serpihan roket China yang jatuh lagi di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Berikut ini beberapa kejadian serpihan roket China jatuh di Indonesia:
Bagian pelindung muatan (payload fairing) dari roket Long March/Chang Zheng-8 (CZ-8) milik China pernah jatuh di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng). Kepala Lapan yang kini peneliti Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa itu sampah antariksa.
"Objek sampah antariksa yang ditemukan di pantai selatan Kalimantan Tengah pada 4 Januari 2021 adalah bagian payload fairing (pelindung muatan) roket Long March/CZ-8 yang diluncurkan pada 22 Desember 2020," kata Thomas, Jumat (8/1/2021).
Thomas menjelaskan payload fairing tersebut terbuat dari sejenis plastik yang diperkuat, sehingga bisa terapung di laut. Thomas menyampaikan hal ini setelah Lapan mendapatkan informasi lengkap dari tim evakuasi dan pihak Badan Antariksa China atau China National Space Administration (CNSA).
Serpihan roket China juga pernah jatuh di Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar). Sebelum jatuh, puing antariksa ini viral di langit Lampung. Puing antariksa itu merupakan bagian dari roket Long March 5B milik China.
"Kami cukup yakin bahwa benda yang ditemukan adalah bagian dari roket Long March 5B," ujar peneliti bidang astronomi/astrofisika dari Pusat Riset Antariksa BRIN Rhorom Priyatikanto kepada NadiKabar, Senin (1/8/2022).
Puing atau serpihan roket juga kembali terlihat di kawasan Indonesia pada April 2026. Puing itu tampak bercahaya di langit Banten dan Lampung.
Peneliti Astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin memastikan benda bercahaya itu adalah sampah antariksa. "Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yang meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian. Itu adalah pecahan sampah antariksa," kata Thomas, Senin (6/4/2026).
Thomas mengatakan sampah antariksa tersebut merupakan bekas roket China CZ-3B. Dia menyebut sisa roket itu meluncur dari arah India menuju Samudra Hindia.
Terbaru, puing roket China kembali jatuh di Indonesia. Kali ini adalah logam berukuran besar.
Serpihan ini ditemukan di perkebunan kelapa sawit di Jalan Sampit-Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Benda itu disebut sebagai bagian dari roket pembawa satelit milik China, Zhuque 2E.
"Berdasarkan informasi yang diterima dari BRIN, serpihan tersebut merupakan bagian dari roket China Zhuque 2E yang jatuh di wilayah Kotim pada Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 17.36 WIB," kata Person in Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team (CAPT) Bandara H Asan Sampit, Zachrudien, Senin (19/10).
Konfirmasi itu diperoleh setelah pihak Bandara H Asan Sampit berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).