"Karena dengan peristiwa ini efek yang paling berat adalah di keluarga. Terutama istri, Yang Mulia. Istri berkarier di perusahaan asing di mana tidak hanya di Indonesia, saya rasa di perusahaan asing di... dan kita juga sudah antikorupsi, mereka juga terikat dengan kredo. Jadi, sempat yang terjadi adalah kemarahan luar biasa dari istri karena pada saat diperiksa dipanggil di KPK, akhirnya berdampak juga ke istri," katanya.

"Akhirnya istri tidak tahu lagi harus makan dengan mana, akhirnya dia menjual perhiasannya satu-satu. Anak juga akhirnya bekerja sebagai pengemudi online dan pelayan di restoran, alhamdulillah di satu sisi membuat dia lebih tangguh, tapi ada kesedihan juga harusnya disupport dari istri," lanjut dia.

Sisprian kemudian mengungkit karirnya di Bea Cukai selama puluhan tahun. Dia mengaku karirnya di Bea Cukai kini hancur.

"Akhirnya di samping itu juga pengabdian saya selama 33 tahun yang ingin membesarkan nama Bea Cukai hancur. Saya sendiri yang menghancurkan. Saya sendiri menghancurkan," katanya.