"Saya minta siapkan kenang-kenangan untuk Pak Kunto," jawab Sisprian.
Sisprian mengaku awalnya mau memberi kado emas logam mulia 100 gram ke Kunto. Namun, rencana itu tak jadi direalisasikan dan diganti menjadi jam tangan Garmin.
"Ya saya ada rencana memberikan 100 (gram), Pak," jawab Sisprian.
Sisprian mengatakan pemberian kenang-kenangan pisah sambut bukan kebiasaan di Bea Cukai. Dia mengaku memberikan kado itu karena merasa dekat dengan Kunto. "Apakah memang kebiasaan atau di situ, Pak, kalau kenang-kenangan tuh sampai seperti itu, Pak?" tanya jaksa.
"Tidak, Pak. Hanya saya merasa dekat saja dengan Pak Kunto pasti, Pak," jawab Sisprian.
"Merasa dekat dengan Pak Kunto?" tanya jaksa.
Sisprian mengaku tak cerita ke Kunto terkait asal-usul uang untuk membeli jam itu. Dia mengatakan uang yang digunakan untuk kado kenang-kenangan ke Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan juga berasal dari suap.