"Pendek yang saya tahu itu adalah (dari) klinik di Surabaya. Nanti akan kita cari tahu ya, tapi yang pasti informasi yang saya terima sementara dari Surabaya seperti itu," imbuhnya.

Ia turut mengungkapkan, pihaknya berencana melakukan sidak ke lokasi penemuan jarum suntik bekas itu pagi ini. Namun saat akan dilakukan pengecekan, kondisi lokasi disebut sudah bersih.

Lakhsmie memastikan pihaknya juga akan mengecek fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Sidoarjo untuk memastikan tidak ada yang melakukan pembuangan limbah medis secara sembarangan.

"Karena kami pastikan betul di jajaran Dinas Kesehatan sendiri khususnya di Puskesmas ini telah ada penanganan limbah medis yang sesuai dengan ketentuan," jelasnya.

Dia menambahkan, pengelolaan limbah medis harus dilakukan oleh pihak yang berkompeten. Prosesnya mencakup pengangkutan, pengolahan hingga pembuangan.

"Yang pasti penanganan limbah medis ini harus dilakukan oleh pihak yang berkompeten. Mulai dari pengangkutannya, mulai dari pengolahannya sampai pembuangannya," kata Lakhsmie.