Dikutip NadiKabar dari Independent, citra satelit sebelumnya telah mendokumentasikan skala kehancuran tersebut, tapi citra-citra baru ini menunjukkan rekam jejak paling mutakhir dari kerusakan yang ditimbulkan di seluruh kawasan itu.

Laporan PBB yang dirilis pekan lalu menyimpulkan Gaza sedang menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam sejarah. Laporan itu menyebutkan bahwa 90 persen warga Palestina usia kerja kini menganggur dan PDB tahunan per kapita telah anjlok menjadi USD 212 (USD 0,58 per hari).

Hanya 1,5 persen lahan subur yang kini dapat diakses oleh warga Palestina, dengan aktivitas pertanian dan industri merosot tajam hingga 94 persen.

Awal tahun ini, Palang Merah mengatakan bahwa hanya ada satu ekskavator yang berfungsi penuh untuk membantu membersihkan puing-puing di seluruh wilayah tersebut. Ribuan orang diperkirakan terkubur di bawahnya.

Tim bukti forensik Gaza mengatakan kurangnya pengujian DNA menyebabkan ratusan jenazah tidak teridentifikasi. Sedikitnya 1.129 jenazah berhasil dievakuasi dari balik reruntuhan namun dibiarkan tanpa nama.