"Dan apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, dan salah satunya dari sektor hilirisasi, sektor industrialisasi, karena kita memiliki cukup sumber daya alam, jumlah penduduk yang cukup besar, dan tingkat produktivitas yang baik. Dan tentunya ini akan mendorong iklim investasi yang ada di Indonesia betul-betul bisa memiliki daya saing," jelasnya.

Dalam pertemuan itu, perwakilan buruh menyampaikan hasil studi banding dan sejumlah rekomendasi perbaikan, termasuk agar iklim industri nasional berjalan lebih baik. Para pimpinan serikat juga menyatakan akan mendukung pengusaha dalam menjaga daya saing industri dan iklim investasi yang kondusif.

"Saya kira kita sepakat teman-teman dari serikat buruh akan mendukung, sehingga kita betul-betul bisa menunjukkan bahwa Indonesia siap untuk menerima investasi dari negara mana pun dan siap mendukung pertumbuhan ekonomi," tutur Listyo.

Perwakilan buruh, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, menyampaikan bahwa Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia, yang merepresentasikan sekitar 90 persen kekuatan buruh di Indonesia, datang ke KSP karena melihat komitmen Pak Sigit dalam membuka ruang demokrasi dan membangun legacy melalui Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan. Menurut Andi Gani, dari sisi DPR terdapat Wakil Ketua DPR SufmiDasco, sementara dari sisi ruang demokrasi ada Listyo.

"Perpaduan ini merupakan kombinasi yang sangat luar biasa," ujarnya.