NADIKABAR.COM — Museum Agung Majapahit yang mulai dibangun di Desa/Kecamatan Trowulan, Mojokerto dengan anggaran Rp 148,6 miliar digadang-gadang menjadi pusat ekonomi budaya baru. Museum ini dibangun dengan desain Surya Majapahit di atas lahan sekitar 10 hektare.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menuturkan, Museum Agung Majapahit dibangun mengikuti masterplan pemenang sayembara, yakni masterplan Surya Majapahit karya tim arsitek yang diketuai Ar Thoat Fauzi. Museum ini bakal dilengkapi panel-panel surya untuk meringankan biaya operasionalnya.
"Proses sudah kami laksanakan dengan sayembara waktu itu dan hasil sayembara sudah menjadi kesepakatan bahwa inilah desain yang dianggap paling cocok, paling layak. Kalau tidak salah kami harapkan juga environmentally friendly gitu. Jadi harus menyatu juga dengan alam desainnya," terangnya saat peletakan batu pertama pembangunan Museum Agung Majapahit di Dusun Unggahan, Desa Trowulan, Minggu (13/9/2026).
Museum Agung Majapahit dibangun dengan 30 gedung di atas lahan sekitar 10,2 hektare meliputi bangunan storage, penerima, klinik, 4 toilet, 13 ruang pamer tetap, lobby and storage, 3 ruang pamer temporer, playground anak, visible storage, ruang seminar, interfaith room, ruang pengenalan, dan ruang kontempelasi.
Museum Agung Majapahit, kata Fadli Zon, akan memamerkan kebesaran Kerajaaan Majapahit kepada dunia. Mulai dari artefak, lini masa, hingga kehidupan sehari-hari raja-raja Majapahit. Sebab Majapahit merupakan kerajaan yang mempersatukan Nusantara.
Saat ini saja, terdapat sekitar 88.000 benda cagar budaya peninggalan Majapahit yang hanya sebagian kecil yang bisa dipamerkan. Karena selama ini, Museum Majapahit yang sebelumnya Pusat Informasi Majapahit (PIM), belum mempunyai ruang pamer yang layak.
"Termasuk imersif yang paling disukai oleh anak-anak muda Gen Z sekarang, itu salah satunya karena dunia digital, film, imersif dan juga hal-hal yang saya kira menjadi bagian dari kemajuan teknologi sekarang," jelasnya.