Sunset of Majapahit menggambarkan peradaban Majapahit, kuadran kedua yakni Menuju Majapahit yang menjelaskan proses tumbuh dan berkembangnya peradaban Majapahit.
Selanjutnya, kuadran ketiga yakni Pusaka Majapahit yang menghadirkan kemegahan warisan dan tinggalan budaya Majapahit, serta Sunrise of Majapahit yang memaknai warisan Majapahit sebagai sumber inspirasi untuk masa depan.
"Rancangan museum ini menyelaraskan arsitektur dengan lingkungan budaya Majapahit, tim redaksi lain melalui penggunaan material bata merah. Kawasan ini akan terdiri atas 32 bangunan dengan berbagai fungsi, termasuk ruang pamer, penyimpanan koleksi, ruang imersif, ruang pertemuan, serta fasilitas pendukung," jelasnya.
Pembangunan Museum Agung Majapahit ditargetkan tuntas tahun ini. Sehingga tata pamer bisa dikerjakan di tahun 2027. Pembangunan museum ini menggunakan anggaran dari Kementerian Kebudayaan Rp 148.643.553.619 (Rp 148,6 miliar).
Terdiri dari pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun Museum Majapahit Rp 145.297.300.000 (Rp 145,3 miliar). Proyek ini dimenangkan KSO PP dan Penta, yaitu PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Penta Rekayasa asal Jalan Letjend TB Simatupang, Pasar Rebo, Jaktim.
Kemudian manajemen konstruksi Museum Majapahit senilai Rp 3.346.253.619. Proyek jasa konsultansi badan usaha konstruksi ini dimenangkan PT Ciriajasa Cipta Mandiri asal Jalan Ciputat Raya, Kebayoran Lama, Jaksel.