Orang tua lainnya, Siska (53) mengaku anaknya akan berkuliah di Universitas Sumatra Utara (USU). Namun, lantaran suaminya tak lagi bekerja, dirinya terkendala dalam biaya.
"Bapak (suami) dulu kerja di travel, tapi karena sudah dipasang pen (di jantung), jadi enggak bisa kerja lagi sudah dua tahun. Makanya sekarang kondisi sedang sulit kalau mau menguliahkan," kata Siska.
Siska mengatakan, dalam DTSEN, keluarganya masuk ke dalam desil 5. Sementara untuk pengurusan KIP, hanya bagi keluarga dengan desil 1 sampai 4.
"Tadi kami masuk diminta kalau bisa anaknya langsung ke sini. Tapi anak saya masih kuliah jadi enggak bisa. Jadi dibilang kalau masih ada data yang kurang, seperti foto rumah dan sebagainya. Itulah masih kami urus," katanya.
"Biasanya kan langsung ada kalau KIP-nya langsung di WA (whatsapp) kan. Karena waktu SMA kan gitu juga, waktu SMA anakku dapat. Tapi ini sekarang permasalahan karena desil ini. Makanya enggak ada," katanya.