Dari amatan NadiKabar di lokasi pada Jumat (4/9/2026) siang, puluhan orang tua mahasiswa mendatangi kantor BPS secara bergantian. Mereka kemudian diminta masuk dan dilayani oleh petugas.
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra membenarkan pihaknya sedang menangani warga yang anaknya akan berkuliah tahun ini. Asim menyebut, warga yang datang merupakan mahasiswa baru dan sedang mengupayakan masuk di program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Salah satunya dengan melakukan pemutakhiran DTSEN lewat Cek DTSEN.
"Ada beberapa kanal yang sebenarnya bisa dilakukan untuk pemutakhiran DTSEN, baik misalnya lewat Cek Bansos, Cek DTSEN, ataupun kami layani langsung ke kantor BPS. Beberapa warga, terutama calon mahasiswanya, sudah sering berkonsultasi ke kami. Kami layani dengan sebaik-baiknya," kata Asim saat diwawancarai di kantornya, Jumat (4/9/2026).
Asim mengatakan, proses pemutakhiran data DTSEN dilakukan dengan mengunggah beberapa dokumen di antaranya Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang ditandatangani lurah dan kepala desa. Sementara proses verifikasi, jelas Asim, dilakukan oleh BPS baik di kabupaten/kota maupun BPS provinsi.
"Jadi kami bahu-membahu untuk mempermudah dan mempercepat proses verifikasi. Usulannya mengalir terus. Kami di BPS sangat terbuka untuk menerima pemutakhiran DTSEN, terutama terkait dengan para calon mahasiswa baru yang akan berkuliah pada tahun ini, khususnya dari keluarga yang tidak mampu," pungkasnya.