Sementara itu, ANF diduga membantu aksi tersebut dengan membuka bagian atas mesin ATM. Ia juga diduga melakukan kalibrasi sehingga uang tersangkut dan kemudian dapat diambil.

"ANF diduga membantu dengan membuka pintu bagian atas mesin untuk menutupi aktivitas tersebut sekaligus melakukan kalibrasi sehingga uang tersangkut dan dapat diambil," terangnya.

Aksi tersebut diduga dilakukan berulang kali dengan nominal yang berbeda. Uang yang berhasil diambil kemudian dibagi oleh kedua tersangka sesuai dengan perannya masing-masing.

Petrus menjelaskan kasus ini mulai terungkap setelah pihak perusahaan menemukan adanya ketidaksesuaian jumlah uang secara fisik pada sejumlah ATM. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan audit internal.

Hasil audit selanjutnya dicocokkan dengan keterangan para saksi serta bukti lain, termasuk rekaman CCTV. Penyidik juga melakukan konfrontasi terhadap kedua tersangka hingga akhirnya keduanya mengakui perbuatannya.

"Setelah dilakukan audit, pemeriksaan saksi dan konfrontasi, kedua tersangka mengakui perbuatannya. Penyidik kemudian mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan proses penyidikan," ujarnya.