NADIKABAR.COM — Duduk menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, terutama bagi orang yang bekerja di depan komputer, belajar, berkendara, atau menghabiskan waktu dengan menonton dan menggunakan gawai. Jika dilakukan dalam waktu lama tanpa diselingi aktivitas fisik, kebiasaan tersebut dapat berdampak pada kesehatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan perilaku sedentari, termasuk duduk dalam waktu lama, sebagai salah satu hal yang perlu dikurangi untuk membantu menekan risiko kesehatan. WHO juga menganjurkan orang dewasa membatasi waktu sedentari dan menggantinya dengan aktivitas fisik dalam berbagai intensitas.
Lantas, apa saja dampak yang dapat terjadi jika terlalu lama duduk?
Dampak duduk terlalu lama bagi tubuh
1. Meningkatkan risiko penyakit jantung
Duduk terlalu lama dan minim aktivitas fisik berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Salah satu studi kohort besar yang diterbitkan JAMA Network Open melibatkan 481.688 orang dan menemukan bahwa peserta yang sebagian besar bekerja dengan posisi duduk memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular lebih tinggi dibandingkan kelompok yang sebagian besar tidak duduk saat bekerja.
Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit jantung serta stroke.
2. Meningkatkan risiko diabetes tipe 2
Kurangnya aktivitas fisik membuat tubuh lebih sedikit menggunakan energi dan dapat berkaitan dengan gangguan metabolisme. Dalam jangka panjang, pola hidup sedentari dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2.