Dalam penelitian JAMA Network Open terhadap hampir 482 ribu orang, kelompok yang sebagian besar duduk saat bekerja memiliki risiko kematian dari semua penyebab 16 persen lebih tinggi dibandingkan kelompok yang sebagian besar tidak duduk saat bekerja.
Penelitian tersebut merupakan studi observasional sehingga hasilnya menunjukkan hubungan, bukan membuktikan hubungan sebab akibat secara langsung.
Cara mengurangi dampak duduk terlalu lama
Mengurangi waktu duduk tidak harus selalu dilakukan dengan olahraga berat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menyelingi waktu duduk dengan berdiri, berjalan atau melakukan aktivitas ringan.
Saat bekerja atau belajar, seseorang dapat mengambil jeda secara berkala untuk berdiri dan bergerak. Pergantian posisi dari duduk ke berdiri juga dapat membantu mengurangi periode duduk yang berlangsung terus-menerus.
Penelitian yang diterbitkan JAMA Network Open menunjukkan pengurangan waktu duduk dan peningkatan waktu berdiri dapat dilakukan melalui intervensi sederhana dalam aktivitas sehari-hari.
Selain mengurangi waktu sedentari, WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit dalam seminggu atau aktivitas fisik intensitas berat setidaknya 75 menit dalam seminggu, atau kombinasi keduanya. Aktivitas penguatan otot juga dianjurkan setidaknya dua hari dalam sepekan.
Dengan demikian, duduk merupakan bagian normal dari aktivitas sehari-hari, tetapi sebaiknya tidak dilakukan tanpa jeda dalam waktu yang panjang. Membiasakan diri untuk berdiri, berjalan dan melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mengurangi waktu sedentari serta mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.