Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan, I Made Surya Dharma, mengatakan segera akan melakukan koordinasi dengan Puskesmas Kerambitan serta berkomunikasi langsung dengan para perbekel desa yang wilayahnya terdampak asap. Namun, saat ini penanganan masih diprioritaskan pada proses pendinginan di lokasi TPA Mandung.
"Segera koordinasi dengan Puskesmas Kerambitan dan komunikasi langsung bersama perbekel desa yang terdampak akan dilakukan. Tetapi pendinginan dahulu di lokasi dan penanganan," jelas Surya Dharma.
Surya Dharma menambahkan proses pengendalian dan pendinginan di area TPA yang terbakar dilakukan secara rutin. Petugas melakukan pendinginan pada pagi, siang, dan sore hari. Selain itu, pengawasan terhadap area landfill juga dilakukan secara berkala.
"Rutin kontrol landfill seminggu dua kali. Pagi, siang, sore pendinginan di areal yang terbakar. Itu sudah SOP rutin," tegas Surya Dharma.
Setiap hari, tutur Surya Dharma, ada sebanyak 10 orang bertugas di lokasi untuk melakukan proses pendinginan terhadap titik-titik yang masih mengeluarkan asap maupun bara api.
Petugas bekerja dalam sistem sif. Satu sif terdiri dari 10 orang yang bertugas menyemprot area yang terbakar untuk mendinginkan bara dan mengurangi kepulan asap. Proses penyemprotan dilakukan dua kali sehari, yakni pagi dan sore.