NADIKABAR.COM — Sopir bus Bintang Fadiyah yang mengalami kecelakaan tunggal di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar), terungkap mengemudi di bawah pengaruh narkoba. Sopir bernama Sapri (49) itu diduga mengonsumsi sabu tepat sebelum berkendara.
"Iya (sopir positif narkoba)," kata Kapolres Mamuju Tengah AKBP Ari Prayitno dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Jumat (11/9/2026).
Sapri awalnya ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan maut. Ia dijerat dengan Pasal 311 ayat 5 dan 3 juncto Pasal 283 juncto Pasal 106 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
Kini, sang sopir harus menghadapi ancaman pasal berlapis setelah hasil tes menyatakan dirinya positif mengonsumsi sabu.
"Iya (dikenakan) pasal berlapis," terang Ari.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Mamuju Tengah Ipda Edward Hamzah menuturkan bahwa Sapri diduga menggunakan narkotika jenis metamfetamin. Kesimpulan ini diperkuat oleh hasil pemeriksaan urine milik tersangka.
"Saat dilakukan pemeriksaan urine terhadap tersangka, hasilnya menunjukkan positif mengandung methampetamin," ungkap Edward.
Salah seorang penumpang bernama Awaluddin menceritakan detik sebelum kecelakaan terjadi. Ia mengaku duduk di kursi bagian tengah bus yang sedang melaju dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) menuju Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Ia mengungkapkan bahwa bus mendadak hilang kendali saat melintasi jalan menurun di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 12.05 Wita. Kondisi tersebut seketika memicu kepanikan di dalam bus.
"Pada saat itu panik semua, pada teriak semua, sopir juga panik, dia banting (setir)," kata Awaluddin kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).
"(Kecelakaan dipicu) lepas rem, blong," ucapnya.
Awaluddin menyebutkan bahwa bus tidak dalam kondisi penuh penumpang saat insiden terjadi. Akibat kecelakaan tersebut, ia mengalami luka-luka di bagian kaki dan paha.
"Tidak penuh (kursi penumpang). Kaki dan paha (saya yang luka saat kecelakaan)," bebernya.
Proses evakuasi para penumpang dari dalam bus dilakukan oleh personel kepolisian bersama warga setempat. Polisi mengonfirmasi dua orang tewas dalam insiden tersebut, yakni seorang penumpang berinisial R dan seorang kernet bus berinisial I.