Tumpang-tindih antara portofolio investasi pribadi dan kebijakan eksekutif menuai sorotan terkait potensi konflik kepentingan. Menanggapi hal tersebut, Gedung Putih menegaskan bahwa Trump tidak mengarahkan maupun memengaruhi transaksi saham tersebut secara langsung.
"Portofolio investasi dikelola secara independen melalui discretionary accounts dan model keputusan berbasis komputer, tanpa ada kemampuan bagi Presiden Trump maupun keluarganya untuk memengaruhi keputusan investasi," ujar Juru Bicara Gedung Putih, Davis Ingle. Berbeda dari para presiden AS terdahulu yang umumnya melepas kepemilikan saham individu atau menempatkan aset mereka dalam blind trust, strategi perdagangan aktif dengan frekuensi tinggi menjadi ciri khas periode kedua pemerintahan Trump, di mana laporan tahunan 2025 miliknya mencatatkan lebih dari 21.000 transaksi saham di delapan akun investasi, demikian dikutip NadiKabar dari CNBC, Jumat (9/10/2026).