NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan laporan keuangan terbaru yang mencatat lebih dari 500 transaksi sekuritas sepanjang Agustus 2026.
Laporan tersebut menyoroti pembelian saham Meta senilai hingga USD 25 juta (sekitar Rp 390 miliar) serta investasi pada surat utang SpaceX bernilai hingga USD 5 juta. Ini hanya dua hari sebelum Trump menandatangani kebijakan nasional yang memperluas industri transportasi antariksa komersial AS.
Berdasarkan analisis CNBC terhadap dokumen keterbukaan keuangan setebal 18 halaman tersebut, sebanyak 517 transaksi jual-beli yang dilakukan Trump sepanjang Agustus mencatatkan estimasi nilai total antara USD 74,3 juta hingga USD 273,3 juta.
Salah satu transaksi yang menyedot perhatian publik adalah pembelian instrumen utang pada perusahaan antariksa milik Elon Musk:
Laporan keuangan tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan yang sangat aktif di portofolio Trump sepanjang Agustus:
Tumpang-tindih antara portofolio investasi pribadi dan kebijakan eksekutif menuai sorotan terkait potensi konflik kepentingan. Menanggapi hal tersebut, Gedung Putih menegaskan bahwa Trump tidak mengarahkan maupun memengaruhi transaksi saham tersebut secara langsung.
"Portofolio investasi dikelola secara independen melalui discretionary accounts dan model keputusan berbasis komputer, tanpa ada kemampuan bagi Presiden Trump maupun keluarganya untuk memengaruhi keputusan investasi," ujar Juru Bicara Gedung Putih, Davis Ingle. Berbeda dari para presiden AS terdahulu yang umumnya melepas kepemilikan saham individu atau menempatkan aset mereka dalam blind trust, strategi perdagangan aktif dengan frekuensi tinggi menjadi ciri khas periode kedua pemerintahan Trump, di mana laporan tahunan 2025 miliknya mencatatkan lebih dari 21.000 transaksi saham di delapan akun investasi, demikian dikutip NadiKabar dari CNBC, Jumat (9/10/2026).