Sriniti menuturkan pelaku sempat panik saat mendapati Mozza sudah lemas. Pelaku lalu sempat keluar kos dengan motor korban.

"Korban itu lemas, tidak bergerak. (Pelaku) panik, bingung, ketika lihat korbannya lemas. Setelah itu keluar naik motornya korban," beber Sriniti.

Menyadari korban telah tewas, pelaku kemudian bermaksud membuang jasad Mozza. Dia kemudian membungkus jasad itu menggunakan karung, kemudian membuangnya di sekitar jurang Tol Jangli Semarang.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang cukup lama, polisi kemudian menangkap Very yang telah menghilang dari kosnya. Very ditangkap di kampung halamannya di Blora.

"Pelaku diamankan pada hari Kamis Malam Jumat (3/9) sekitar pukul 09.00 WIB di lapangan Voli Kalitengah Banjarejo. Kayaknya lihat voli," ungkap Kapolsek Banjarejo, AKP Gembong Widodo saat dimintai konfirmasi NadiKabar melalui ponsel, Sabtu (5/9/2026).

Gembong mengaku saat penangkapan yang dilakukan oleh tim Polres Semarang, pihaknya hanya mendampingi.

"Yang mengamankan langsung dari tim Resmob Semarang, dari unit Reskrim Polres Semarang Kabupaten. Kami mendampingi karena berada di wilayah kami, tapi segala sesuatu, tindakan, pengamanan itu langsung Satreskrim Polres Semaramg Kabupaten," jelasnya.

MVDA menyerahkan diri tanpa perlawanan di lapangan voli saat dikepung oleh polisi tanpa seragam. Pelaku akhirnya mengaku setelah diintrogasi.

"Penangkapan di lapangan voli. Terus diinterogasi akhirnya mengaku, terus dibawa ke Semarang. Ada perangkat desa untuk menyaksikan juga," jelas Gembong.

"Menurut keterangan personil, enggak ada perlawanan, dia kooperatif. Kita hanya sebatas mendampingi, karena penangkapannya di Banjarejo. Karena polisi pakai baju preman semua (tanpa seragam)," bebernya.

Adapun Very saat diinterogasi mengakui telah membunuh Mozza dan membuang mayatnya. Polisi kemudian menemukan jasad Mozza, persis di lokasi yang disebutkan oleh Very. Pencarian gadis Semarang yang hilang itu akhirnya selesai meski menyisakan kisah yang menyedihkan bagi keluarganya.