NADIKABAR.COM — Sesosok mayat wanita ditemukan di jurang Tol Jangli Semarang. Jasad yang tinggal kerangka tersebut adalah mayat seorang gadis asal Bergas, Kabupaten Semarang, Mozza Axillia Gunarsa.
Nama Mozza sempat viral lebih dari setahun lalu. Saat itu Mozza tiba-tiba hilang sehingga keluarga mencarinya. Penemuan mayat ini sekaligus membuka semua tabir soal hilangnya mahasiswi tersebut.
Berita ditemukannya jasad Mozza yang ternyata menjadi korban pembunuhan ini menjadi salah satu berita paling populer di NadiKabar selama sepekan terakhir.
Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, dilaporkan hilang pada Mei 2025. Saat itu NadiKabar sempat mewawancarai orang tua Mozza.
Ayah Mozza, Singgih (42), sempat menceritakan kronologi menghilangnya putri semata wayangnya yang pamit sejak Rabu (25/6/2025) lalu.
"Anak saya pamit baik-baik. Katanya mau mengantar temannya, Ayu, ke (sekitar) Kodam untuk mengembalikan laptop," kata Singgih saat ditemui, Kamis (3/7/2025).
Namun belakangan, kata Singgih, terungkap bahwa Mozza ternyata pergi sendirian. Sejak Rabu sore, pihak keluarga mulai merasa khawatir karena Mozza tidak kunjung pulang.
Mozza, perempuan setinggi 163 cm yang berkulit sawo matang itu disebut pergi dari rumah mengenakan baju putih dan celana putih dengan hanya menggunakan tas kecil dan motor.
"Biasanya jam 15.00 WIB sore dia lanjut lari-lari di Kodam atau Alun-Alun Bung Karno, tapi hari itu tidak ada kabar," ungkapnya.
Orang tua pun mulai menghubungi Ayu, tetapi Ayu mengaku tidak pergi bersama Mozza hari itu. Begitu pula teman dekat Mozza lainnya, yang mengaku tak tahu keberadaan Mozza.
Pihak keluarga langsung melapor ke Polres Semarang dan mencoba melacak keberadaan Mozza. Sinyal terakhir ponselnya terdeteksi di kawasan Kota Lama Semarang.
Hilangnya Mozza membuat keluarga dan polisi bekerja keras mencarinya. Belum ada titik terang meskipun warga sempat menemukan KTP dan ponsel Mozza tercecer di seputaran Jalan dr Cipto, Semarang.
Hingga akhirnya, ayah Mozza, Singgih, tiba-tiba tergerak untuk mengecek tablet milik Mozza.
Hingga pada November 2025, Singgih mulai membuka tablet Mozza yang masih ada di rumah. Dia lalu mendapati email Mozza yang terhubung dengan akun media sosialnya ada di tablet itu.
"Saya pikir dulu tablet itu sudah diperiksa dari kepolisian. Saya pikir ya memang tidak ada apa-apanya nggih, karena tidak menjadi barang bukti juga. Kan tablet posisinya di rumah. Makanya saya jarang megang tabletnya," ucap Singgih.
"Tapi tiba-tiba kok waktu bulan November itu saya pengin megang tabletnya. Saya cek satu per satu, saya buka email-nya, terus itu ternyata di email itu ada akun Instagram dan TikTok-nya Moza yang nyantol masih ada," sambungnya.
Singgih lalu mereset semua kata sandi akun media sosial Mozza yang tertaut dengan email di tab itu. Dari sana, dia bisa mengakses seluruh percakapan putrinya di dunia maya.
Ternyata, terdapat percakapan yang mencurigakan di akun salah satu media sosial milik Mozza. Singgih segera melaporkan temuan itu ke polisi. Berbekal temuan tersebut nasib Mozza menemui titik terang meski harus memakan waktu cukup lama.
Di akun media sosialnya itu Mozza berbincang dengan seorang pria yang baru dikenalnya lewat dunia maya bernama Very Dwi Anggara. Diduga, di saat menghilang, Mozza bertemu dengan pria tersebut.
Dari hasil penyelidikan, ternyata memang benar Mozza pergi ke kos Very. Di tempat tersebut mereka berdua sempat cekcok.
"(Very) Cemburu waktu bareng itu itu dia sempat buka handphone-nya korban ada chat dari laki-laki lain," ucap Kasat Res PPA-PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti saat dihubungi NadiKabar, Sabtu (5/9/2026).
Adu mulut itu terjadi di kamar kos pelaku pada 25 Juni 2025 siang. Pelaku menyampaikan korban sempat memukul dan emosi pelaku tersulut.
"Jam 14.00 WIB an itu cekcok. Itu jadi rentang siang, sore itu. Kalau menurut pengakuan pelaku sih korban mukul dulu waktu cekcok itu, kemudian pelaku emosi langsung bekap korban sampai lemas," terang Sriniti.
Sriniti menuturkan pelaku sempat panik saat mendapati Mozza sudah lemas. Pelaku lalu sempat keluar kos dengan motor korban.
"Korban itu lemas, tidak bergerak. (Pelaku) panik, bingung, ketika lihat korbannya lemas. Setelah itu keluar naik motornya korban," beber Sriniti.
Menyadari korban telah tewas, pelaku kemudian bermaksud membuang jasad Mozza. Dia kemudian membungkus jasad itu menggunakan karung, kemudian membuangnya di sekitar jurang Tol Jangli Semarang.
Berdasarkan hasil penyelidikan yang cukup lama, polisi kemudian menangkap Very yang telah menghilang dari kosnya. Very ditangkap di kampung halamannya di Blora.
"Pelaku diamankan pada hari Kamis Malam Jumat (3/9) sekitar pukul 09.00 WIB di lapangan Voli Kalitengah Banjarejo. Kayaknya lihat voli," ungkap Kapolsek Banjarejo, AKP Gembong Widodo saat dimintai konfirmasi NadiKabar melalui ponsel, Sabtu (5/9/2026).
Gembong mengaku saat penangkapan yang dilakukan oleh tim Polres Semarang, pihaknya hanya mendampingi.
"Yang mengamankan langsung dari tim Resmob Semarang, dari unit Reskrim Polres Semarang Kabupaten. Kami mendampingi karena berada di wilayah kami, tapi segala sesuatu, tindakan, pengamanan itu langsung Satreskrim Polres Semaramg Kabupaten," jelasnya.
MVDA menyerahkan diri tanpa perlawanan di lapangan voli saat dikepung oleh polisi tanpa seragam. Pelaku akhirnya mengaku setelah diintrogasi.
"Penangkapan di lapangan voli. Terus diinterogasi akhirnya mengaku, terus dibawa ke Semarang. Ada perangkat desa untuk menyaksikan juga," jelas Gembong.
"Menurut keterangan personil, enggak ada perlawanan, dia kooperatif. Kita hanya sebatas mendampingi, karena penangkapannya di Banjarejo. Karena polisi pakai baju preman semua (tanpa seragam)," bebernya.
Adapun Very saat diinterogasi mengakui telah membunuh Mozza dan membuang mayatnya. Polisi kemudian menemukan jasad Mozza, persis di lokasi yang disebutkan oleh Very. Pencarian gadis Semarang yang hilang itu akhirnya selesai meski menyisakan kisah yang menyedihkan bagi keluarganya.