Rumah tangga SMD, lanjut Sun'an, selama ini juga harmonis. Selain menjadi guru, terduga pelaku juga bertani dan kerap dimintai tolong warga sekitar memberi air doa.

"Yang minta air doa untuk kesembuhan dan lain-lain. Iya banyak, kadang tetangga, tetangga desa juga," ungkapnya.

Begitu pula dengan FS yang tak pernah menduga SMD terjerat dugaan kasus asusila. Sebab tetangganya itu dikenal religius, penggerak kegiatan keagamaan di kampung, serta dikenal ramah dalam interaksi sosial dengan masyarakat.

"Semua pasti kaget dan tak pernah menduga. Mengingat orangnya mengajar lebih dari 25 tahun. Di desa juga menjadi penggerak acara keagamaan, seperti yasinan, rutinan. Keluarganya terlihat sangat harmonis, istrinya juga guru," tandasnya.

Sebelumnya, SMD diduga 10 kali mencabuli dan 3 kali menyetubuhi siswinya. Yaitu sejak sekitar September 2023 saat korban kelas 11 jenjang SMA sampai Agustus 2026. Baik di rumah terlapor di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, maupun di semak-semak pinggir rel kereta api dan kantor sekolah.