NADIKABAR.COM — Smart band atau gelang pintar biasanya menawarkan satu hal yang sama, yakni semakin banyak informasi yang bisa ditampilkan di pergelangan tangan, semakin menarik produknya. Namun Garmin mengambil pendekatan berbeda lewat CIRQA.

Yap, Garmin CIRQA merupakan smart band tanpa layar. Tidak menampilkan notifikasi seperti perangkat sejenisnya, namun juga tidak dirancang untuk menggantikan smartwatch. Garmin CIRQA justru dibuat sebagai perangkat pelacak aktivitas dan kesehatan yang bekerja lebih banyak di balik layar.

Konsep tersebut terangkum dalam pendekatan Garmin, "Track All Day. Look Later.". Lantas, apakah wearable tanpa layar relevan ketika smartwatch sudah bisa melakukan hampir semuanya? NadiKabar mencari jawaban dengan menjajal Garmin CIRQA.

Kesan pertama kami lihat terhadap CIRQA, bentuknya yang sederhana. Tidak ada layar AMOLED, banyak tombol, atau tampilan digital yang memenuhi pergelangan tangan. CIRQA tampil sebagai wearable yang relatif minimalis dan ringan.

Strap yang terbuat dari ComfortFit Fabric ini melingkar sampai menutupi modul perangkat. Sesuai namanya, bahan material tersebut terasa lembut di pergelangan tangan. Ada satu tombol di bagian samping kanan yang berfungsi start atau stop saat melakukan aktivitas.

Bentuk yang minimalis juga membuat perangkat ini lebih mudah dipadukan dengan aktivitas sehari-hari. CIRQA yang kami uji berwarna French Gray, warnanya cukup menyatu untuk kegiatan olahraga maupun dipadupadankan saat kerja, berpergian ke konser, ataupun di acara formal pun masih masuk.

Karena tidak memiliki layar, CIRQA juga tidak memiliki masalah klasik smart band pada umumnya, yakni pengguna tidak perlu mematikan layar, mengatur watch face, atau mengkhawatirkan layar menyala ketika sedang tidak diperlukan.

Secara spesifikasi, CIRQA memiliki modul seberat 14,8 gram dengan dua pilihan ukuran tali, yakni S-M untuk pergelangan tangan dengan lingkar 120-200 mm dan L-XL untuk pergelangan tangan dengan lingkar 145-240 mm. NadiKabar kebagian ukuran L-XL, untuk pergelangan yang cukup besar, talinya masih bisa di-adjust. Tapi jika digeser di atas lengan agak sempit jika otot kalian terbilang besar.

Tidak Ada Layar, dan Itu Memang Intinya

Pada awalnya, sebagai pengguna yang memang menggunakan perangkat smartwatch atau smartband yang ada layar, ketika memakai CIRQA akan terasa canggung. Menengok pergelangan tangan, tetapi tidak ada yang bisa diotak-atik.

Salah satu konsekuensi desain tanpa layar adalah semua informasi memang harus diakses melalui perangkat lain. Dan di sinilah Garmin CIRQA mulai menunjukkan konsep sebenarnya.

Pendekatan tersebut akan mendorong pengguna agar lebih fokus apa yang dikerjakan di depan, sedangkan untuk di dalam tubuh, CIRQA akan tetap memantau dan kalian bisa intip lewat aplikasi Garmin Connect di smartphone. CIRQA bekerja sebagai sensor yang selalu menempel di tubuh, sementara Garmin Connect menjadi tempat untuk memahami hasilnya.

Selama pengujian, wearable terbaru Garmin ini dinilai nyaman untuk dipakai 24/7 dan cocok sebagai tracker kedua bagi pengguna Garmin yang tidak ingin terus memakai sportwatch ketika tidur atau melakukan aktivitas harian. Selama penyematannya tidak terlalu kencang, maka tidak ada bekas di kulit.

Desain minimalis dan tanpa layar menjadi salah satu daya tarik utama CIRQA karena perangkat dapat digunakan sepanjang hari tanpa terlalu banyak distraksi. Setelah beberapa hari, tidak melihat layar bisa jadi kebiasaan. Untuk orang yang merasa terlalu sering mengecek smartwatch, konsep ini bisa menjadi salah satu alasan utama menggunakan CIRQA.

Tanpa Layar tapi Bisa Rekam Aktivitas

CIRQA bukan alat yang kebetulan tidak memiliki layar. Garmin memang membuatnya sebagai tracker kesehatan dan kebugaran yang bekerja di belakang layar.

Perangkat ini dapat memantau berbagai metrik kesehatan, termasuk detak jantung, Body Battery, stres, tidur, Pulse Ox, HRV Status, serta sejumlah fitur kebugaran. Garmin juga menyebut CIRQA dapat memantau lebih dari 80 aktivitas melalui tombol di perangkat atau Garmin Connect.