Namun, ketika pengguna sedang berlari, CIRQA tidak dapat menunjukkan pace atau heart rate secara langsung di pergelangan tangan. Ini karena CIRQA lebih diposisikan sebagai pelengkap sports watch, bukan pengganti. Saat digunakan tanpa sports watch, aktivitas outdoor dapat memanfaatkan connected GPS dari smartphone.

Garmin membekali CIRQA dengan satu tombol fisik untuk untuk memulai aktivitas tertentu, sementara perangkat juga dapat mendeteksi sejumlah aktivitas secara otomatis. Aktivitas outdoor dapat menggunakan GPS dari smartphone melalui fitur connected GPS.

Dalam pengujian, CIRQA dapat mengenali aktivitas seperti lari dan bersepeda outdoor, meskipun waktu yang dibutuhkan untuk mulai merekam otomatis bervariasi, dari sekitar 30 detik hingga beberapa menit tergantung intensitas. Nah, data ini juga bakal diminta konfirmasi saat pengguna mengakses Garmin Connect.

Berdasarkan pengalaman NadiKabar, tidak semua aktivitas auto-detection, beberapa kegiatan memang tidak langsung terdeteksi sehingga pengguna harus mengandalkan pencatatan manual. Di sini, tombol fisik di CIRQA menunjukkan fungsinya. Hadir sebagai kontrol manual, memastikan tidak ada sesi olahraga yang terlewat dari pencatatan.

Heart rate menjadi salah satu bagian yang cukup positif dalam pengujian independen NadiKabar. Selama penggunaan, pembacaan heart rate CIRQA menunjukkan hasil yang cukup konsisten.

Pengalaman kami menjajal terhadap sejumlah metrik CIRQA, termasuk heart rate, dan memasukkannya ke dalam pengujian akurasi yang lebih luas. Namun hasil wearable tetap bisa dipengaruhi posisi perangkat, gerakan, dan kondisi pengguna loh, ini yang mesti diketahui.

Di atas kertas, baterai CIRQA diklaim dapat bertahan sampai 10 hari dalam sekali pengisian daya. Klaim itu mendekati kenyataan, pengujian berbagai aktivitas, baik ringan sampai berat, hingga tidur pun masih mendapatkan sekitar 20% baterai yang tersisa.

Jika pembaca melakukan pengisian daya dari kondisi baterai lemah (sekitar 12% - 20%), perangkat ini dapat terisi hingga 80% hanya dalam waktu sekitar 57-60 menit. Tetapi, jika dimulai dari nol alias mati total, maka dibutuhkan sekitar 1,5 jam untuk terisi penuh.

Bagaimana manajemen daya CIRQA di saat kritis? Ketika indikator baterai menyentuh angka 10%, kalian tidak perlu panik perangkat akan langsung mati. CIRQA masih tangguh untuk digunakan tracking kualitas tidur semalaman, dan akan terus melanjutkan kinerjanya dalam merekam data harian Anda sampai baterainya benar-benar habis.

Yang perlu diperhatikan bukan hanya berapa hari baterainya bertahan, tetapi juga seberapa sering pengguna harus melepas CIRQA. Untuk wearable yang konsepnya mengumpulkan data 24 jam, semakin jarang perangkat dilepas, semakin nyaman pengalaman pengguna.

Ketiadaan layar ini memang jadi PR, karena untuk mengetahui sisa baterai, kalian harus mengecek di Garmin Connect. Oh iya, aktivitas lebih lama serta fitur tambahan seperti Pulse Ox dapat mengurangi daya tahan baterai.

Sebagai fitness tracker, CIRQA dihadirkan Garmin untuk memantau kualitas tidur. Strap yang nyaman jadi kunci agar tidak jadi bumerang bagi pengguna, alih-alih untuk memonitor pengguna ketika tertidur malah jadi gatal-gatal. Untungnya itu tidak NadiKabar rasakan saat menggunakan CIRQA. Material yang berbahan alus seakan tidak terasa sedang pakai perangkat wearable.

Garmin sendiri memposisikan CIRQA untuk pemakaian sepanjang hari dan malam, termasuk advanced sleep tracking, sleep score, sleep coaching, sleep stages, nap detection, HRV Status, dan sleep alignment.

Dalam pengujian selama 15 malam dengan beberapa perangkat lain, waktu tidur CIRQA dinilai secara umum cukup konsisten untuk durasi tidur dan waktu mulai tidur. Namun pembagian tahap tidur seperti REM, deep, dan light sleep menunjukkan perbedaan dengan perangkat lain.

Temuan tersebut sebenarnya bukan hal yang terlalu mengejutkan. Sleep tracker konsumen memang menggunakan algoritma berbeda dan bukan pengganti pemeriksaan tidur di laboratorium. Tetapi untuk melihat pola dari malam ke malam, konsistensi data menjadi lebih penting daripada menganggap satu angka sebagai kebenaran mutlak.

CIRQA memiliki peran penting yang berkontribusi terhadap metrik seperti HRV Status dan Training Readiness dalam ekosistem Garmin. Garmin menjelaskan bahwa HRV sebaiknya dilihat berdasarkan baseline pribadi dan perubahan dari waktu ke waktu, bukan sekadar menganggap angka yang lebih tinggi selalu lebih baik.