NADIKABAR.COM — Negara bagian Texas hampir selalu menjadi basis dukungan Partai Republik. Akan tetapi pemilu sela tahun ini menunjukkan hasil di luar dugaan. Dukungan kuat bagi Partai Demokrat di sana mengantarkan Gina Hinojosa jadi gubernur Demokrat pertama di negara bagian itu sejak tahun 1990, dalam pertarungan yang diawasi perusahaan teknologi besar.

Itu karena Texas adalah pusat data center dengan pertumbuhan paling pesat di Amerika Serikat, yang sangat krusial bagi pengembangan industri AI. Namun rupanya warga di sana terindikasi sudah muak dengan maraknya pembangunan data center.

Hinojosa, gubernur Latina pertama Texas, berjanji memberlakukan moratorium pembangunan data center di Texas, yang menyumbang lebih dari 25% total rencana kapasitas AS pada tahun 2030.

"Saya ingin menyampaikan sesuatu pada orang-orang berkuasa yang sudah merasa sangat nyaman memimpin negara bagian ini. Para pemilih telah memberi mandat untuk sebuah perubahan, dan perubahan itu yang akan mereka dapatkan," katanya dalam pidato kemenangan, dikutip NadiKabar dari Yahoo Finance.

Demokrat juga berada di jalur mengambil alih kendali Dewan Perwakilan Rakyat Texas, yang akan memberi Hinojosa kekuasaan lebih besar untuk merealisasikan pembatasan tersebut, meskipun Senat negara bagian tampaknya akan tetap berada di bawah kendali Partai Republik.

"Kami memandang pemilihan gubernur Texas ini sangat penting bagi fase perdagangan AI selanjutnya," tulis Ed Mills, pengamat dari Raymond James. Ia menyebutkan dukungan kuat Demokrat di sana meningkatkan kekhawatiran akan moratorium data center dan regulasi AI yang lebih ketat.

Hinojosa menjadikan penolakannya terhadap pembangunan data center sebagai bagian utama dari kampanyenya. Dalam sebuah iklan, ia menuding bahwa Gubernur Greg Abbott bekerja untuk Elon Musk.

Ia memaparkan rencana memberlakukan moratorium pembangunan data center, regulasi lebih ketat mengenai penggunaan air dan listrik, serta mengakhiri keringanan pajak.

Abbott, yang mencalonkan diri untuk masa jabatan keempatnya sebagai gubernur, mengatakan tahun lalu bahwa ia ingin Texas menjadi pusat pengembangan AI.

Baru-baru ini, ia mengumumkan moratorium dan akan mendukung persyaratan lebih ketat terkait penggunaan listrik dan air. Hinojosa merespons dengan menyebut proposal baru Abbott tak lebih dari sekadar jeda tahun pemilu.

Hasil pemilihan mencerminkan sentimen nasional yang berbalik menentang keras data center dalam beberapa bulan terakhir. Jajak pendapat di tempat pemungutan suara dari NBC menunjukkan 57% pemilih merasa AI akan lebih banyak merugikan masyarakat, dibanding hanya 24% yang mengatakan AI akan membantu.

Jajak pendapat UMass Amherst bulan September juga menemukan hampir dua pertiga warga Amerika menolak pembangunan data center AI di lingkungan mereka, dengan hanya 11% pemilih menyambutnya.

Dalam pemilihan Senat Ohio, pemilih memenangkan kandidat Demokrat Sherrod Brown yang sama seperti Hinojosa, menjadikan penolakan terhadap pembangunan data center sebagai pesan kunci.

Bahkan Elon Musk tampaknya mengakui sentimen publik yang suram terhadap data center. Ia berseloroh bahwa mulai terlihat jelas data center di luar angkasa tampaknya adalah ide cukup menarik.