"Perbudakan sudah ada selama ribuan tahun sebelum Islam. Tidak adil untuk melabeli perbudakan sebagai identik dengan Islam tanpa membahas peran Kristen dalam perdagangan budak ke Amerika," cetus Sarah (11), seorang siswa yang turut bersaksi, dilansir US News.

Anggota dewan dari San Antonio, Marisa B. PΓ©rez-DΓ­az (Demokrat), juga menyayangkan bahwa perbudakan di AS kini hanya digambarkan sebagai institusi umum yang "ada di banyak masyarakat sepanjang sejarah", tanpa menekankan sifat kekejamannya yang berbasis ras di Amerika.

Menanggapi gelombang kritik tersebut, Ketua Dewan Pendidikan Negara Bagian Texas dari Partai Republik, Aaron Kinsey, membantah tuduhan bahwa dewan bersikap diskriminatif.

"Ada banyak sensasionalisasi di luar sana untuk membuat topik ini tampak lebih memecah belah. Kami bekerja secara demokratis atas nama konstituen. Saya pikir kami melakukan pekerjaan yang luar biasa secara keseluruhan," klaim Kinsey, dilansir AP News.

Di sisi lain, Senator Republik Ted Cruz menyatakan dukungannya di X dengan menyebut bahwa "siswa Texas berhak mengetahui kebenaran tentang Islam."

Atmosfer anti-Islam di Texas sendiri dinilai tak lepas dari rekam jejak Gubernur Texas dari Partai Republik, Greg Abbott. Bulan lalu, Bandara Internasional Dallas-Fort Worth (DFW) membatalkan proyek fasilitas wudhu setelah Abbott mengancam akan menahan hibah negara bagian.

Tahun lalu, Abbott juga mendorong penyelidikan terhadap proyek pembangunan perumahan Muslim The Meadow di luar Dallas akibat klaim menyesatkan soal "Kota Syariah", meski akhirnya pengadilan memenangkan pihak pengembang. Abbott bahkan menerbitkan proklamasi yang melabeli organisasi CAIR dan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris asing di tingkat negara bagian.

Proses perombakan kurikulum IPS di Texas ini telah berlangsung bertahun-tahun. Dengan disahkannya aturan baru ini, para pendidik mengkhawatirkan hilangnya mata pelajaran Budaya Dunia kelas enam akan semakin menyempitkan wawasan global siswa sekolah di Texas.